Daftar Isi
Kesalahan berbahasa sering terjadi bukan karena tidak paham aturan, melainkan karena terbiasa dengan bentuk yang keliru. Dengan mengenali pola kesalahan, kita bisa memperbaiki kualitas komunikasi dalam tulisan maupun lisan.
1. Kata Baku dan Tidak Baku
Kata baku adalah bentuk kata yang sesuai dengan kaidah resmi bahasa Indonesia. Kata tidak baku sering muncul dalam percakapan sehari-hari, tetapi sebaiknya dihindari pada konteks akademik dan formal.
- • Baku: aktivitas, risiko, izin, praktik
- • Tidak baku: aktifitas, resiko, ijin, praktek
Gunakan acuan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk memastikan kebakuan kata.
2. Kesalahan Penggunaan Kata Depan
Kesalahan paling umum adalah menulis kata depan di dan ke secara serangkai padahal harus dipisah. Sebaliknya, bentuk imbuhan harus ditulis serangkai.
- • Kata depan: di rumah, ke kantor (dipisah)
- • Imbuhan: ditulis, kelima (disambung)
Contoh salah: diruang rapat -> benar: di ruang rapat.
3. Kesalahan Tanda Baca
Tanda baca menentukan kejelasan struktur kalimat. Kesalahan titik, koma, dan titik dua dapat membuat pembaca salah memahami maksud penulis.
- • Koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat: "Jika hujan turun, acara dipindahkan."
- • Titik dipakai untuk mengakhiri kalimat berita.
- • Titik dua dipakai sebelum perincian: "Perlengkapan: buku, pena, dan map."
4. Contoh Perbaikan Kalimat
Berikut contoh kalimat yang sering keliru beserta perbaikannya:
Salah: Saya sudah mengirim surat ijin ke kantor, tetapi belum di respon.
Benar: Saya sudah mengirim surat izin ke kantor, tetapi belum direspons.
Salah: Besok kami rapat diruang utama.
Benar: Besok kami rapat di ruang utama.
Salah: Karena data belum lengkap maka laporan ditunda.
Benar: Karena data belum lengkap, laporan ditunda.